Tips Perawatan Dan Budidaya Tanaman Anggur
5 September 2022 9:58 am

Tips Perawatan Dan Budidaya Tanaman Anggur

Tips Perawatan Dan Budidaya Tanaman Anggur
Anggur merupakan buah istimewa yang hampir 96% bagiannya dapat dimakan.Tidak banyak orang yang bisa menolak rasa manis anggur yang khas. Sayangnya kebanyakan anggur yang kita makan merupakan hasil impor dari negara lain. Padahal, budidaya anggur termasuk bisnis yang menjanjikan dan mudah dilakukan. Bagaimana tidak, anggur termasuk buah dengan nilai jual yang tinggi jika dibandingkan dengan jenis buah yang lain. Selain itu, permintaan anggur di Indonesia juga tergolong tinggi. Anggur menjadi salah satu buah yang banyak ditanam di Indonesia karena kemudahan perawatannya. Pasalnya, tanaman anggur tidak membutuhkan lahan yang luas untuk bisa tumbuh. Tapi sayangnya, tidak semua tanaman anggur cepat berbuah.

Tanaman anggur terkenal cukup mudah dibudidayakan di pekarangan rumah. Anda bisa memilih tanaman ini untuk mempercantik dan menyejukkan pekarangan rumah. Menanam dan merawat tanaman anggur di rumah bukan menjadi kegiatan yang mustahil untuk dilakukan. Siapapun bisa menumbuhkan tanaman anggur di rumahnya, asalkan benar-benar tekun dan telaten dalam merawatnya. Terkait merawat tanaman anggur, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, agar tanaman anggur bisa tumbuh hingga berbuah dengan baik, berikut beberapa tips menanam anggur yang baik dan benar.

1. Syarat Tumbuh

Sebelum membahas tentang langkah-langkah budidaya anggur, kamu perlu memahami dulu tentang syarat tumbuh tanaman merambat yang satu ini. Jika tidak, kemungkinan besar anggur yang kamu tanam tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.Anggur termasuk salah satu tanaman yang biasa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian sekitar 25 mdpl sampai 300 mdpl. Suhu optimal yang diperlukan berkisar antara 25 – 31 derajat Celcius. Meski biasa tumbuh di dataran yang rendah, tanaman ini memerlukan 75% – 80% kelembaban udara dan intensitas penyinarannya mulai sebesar 50% – 80% atau 7 sampai 8 jam per hari. Sangat disarankan memilih daerah yang memiliki curah hujan 800 mm per tahun dan 3 hingga 4 bulan kering, agar anggur bisa tumbuh dengan baik. Kemudian usahakan pH tanahnya harus berada di angka 6 sampai 7. Kabar baiknya, anggur bisa beradaptasi dengan jenis tanah apapun selama tanah tersebut gembur, remah, subur, dan memiliki drainase yang baik. Namun, lebih dianjurkan ditanam di tanah yang teksturnya liat atau liat berpasir. Ada berbagai macam media tanam yang kami jual, kamu bisa membelinya disini.

2. Menyiapkan Media Untuk Semai



Setelah mengetahui syarat tumbuhnya, kamu harus menyiapkan media yang akan digunakan untuk penyemaian. Entah lewat biji ataupun stek. Media semai yang baik paling tidak harus memiliki ketinggian 5 – 10 centimeter. Kamu bisa memanfaatkan nampan ataupun wadah lain sebagai media semai ini. Setelah wadahnya siap, lanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini:
  1. Masukan tanah yang gembur dan subur sampai tingginya mencapai 3 centimeter
  2. Tambahkan pupuk berkualitas ke dalam tanah, kemudian campur sampai merata
  3. Sirami tanah dan pupuk dengan sprayer hingga menjadi basah dan lembab
  4. Setelah itu, siapkan tangki semprot dan isi dengan air sampai penuh lalu masukkan pupuk cair sebanyak kurang lebih 250 ml. Aduk sampai homogen.
  5. Semprotkan larutan pupuk cair tersebut ke seluruh permukaan tanah secara merata
  6. Ulangi penyemprotan selama beberapa hari, usahakan siram setiap pagi agar hasilnya lebih optimal.
Hal paling penting dalam tahapan ini adalah menghasilkan media semai berkualitas yang memenuhi syarat tumbuh bibit anggur. Dengan begitu, anggur yang kamu dapatkan akan memiliki kualitas yang baik pula.Oleh karena itu, sebaiknya pilih pupuk premium atau yang sudah terbukti berkualitas bagus agar bisa menunjang pertumbuhan bibit. Pupuk anggur bisa dibeli disini.

3. Menanam Bibit Anggur

Jika kamu serius ingin menekuni budidaya anggur, sebaiknya cari bibit yang bagus dan berasal dari indukan yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit yang sesuai dengan standar, kamu bisa menggunakan dua cara, yaitu: melalui biji anggur (generatif) dan melalui cangkok, okulasi, stek cabang, dan sebagainya (vegetative). Banyak petani anggur sukses yang menyarankan pembibitan vegetatif karena lebih mudah, cepat, dan bibit yang dihasilkan identik dengan tanaman induknya. Lalu bagaimana menentukan kualitas dari indukannya?. Kamu cukup memastikan bahwa indukan tersebut memenuhi empat aspek berikut ini:
  • Indukan untuk bibit harus berumur >1 tahun
  • Indukan tanaman sudah terbukti memiliki kualitas unggulan
  • Tidak memiliki gangguan hama dan penyakit
  • Bisa tumbuh ditempat yang sudah disediakan

Perbedaan pembibitan generatif dan vegetatif

  1. Pembibitan Generatif / Melalui Biji


Jika kamu ingin menggunakan bibit anggur yang berbentuk biji, usahakan pilih yang indukannya terbukti dapat menghasilkan buah berkualitas baik. Berikut ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan dalam pembibitan generatif atau melalui biji:
  • Pilih calon indukan yang berkualitas baik dan sudah matang sempurna
  • Keluarkan biji yang ada di dalam buah anggurnya
  • Kemudian letakkan biji di wadah yang terbuka lalu angin-anginkan di luar ruangan
  • Setelah kering, rendam biji dalam campuran larutan pupuk organik selama 30 menit
  • Larutan untuk menanam biji ini bisa kamu dapatkan dengan cara mencampurkan 50 ml pupuk organik dengan 1 liter air hangat, lalu aduk hingga rata.
  • Setelah direndam, biji bisa langsung disebarkan di atas media semai yang sebelumnya kamu siapkan.
  • Siram bibit setiap pagi dan sore hari menggunakan sprayer
  • Semprotkan 500 ml pupuk organik ke media semai secara merata. Lakukan ini sebanyak satu minggu sekali. Untuk pupuk bisa dibeli disini.
  • Lanjutkan perawatan bibit dengan cara menyirami, memupuk, menyiangi, dan mencegah serangan hama hingga bibit berumur >2 bulan.
  • Setelah >2 bulan, cek apakah akarnya sudah mencapai panjang 5 – 10 cm, apakah tanamannya sehat, dan apakah sudah ada 2 tunas? Jika sudah, segera pindahkan ke media tanam.
2. Pembibitan Vegetatif (stek)


Metode ini dipilih karena prosesnya lebih mudah, tanaman lebih cepat tumbuh, dan sifatnya identik dengan induknya. Untuk melakukan pembibitan vegetatif, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
  • Cari cabang atau ranting pohon anggur yang berkualitas, usahakan panjangnya sekitar 15 centimeter.
  • Buat campuran larutan 50 ml pupuk organik dengan 1 liter air hangat.
  • Rendam cabang/ranting yang sudah kamu siapkan ke dalam larutan pupuk tersebut. Lakukan selama 30 menit.
  • Selanjutnya tancapkan cabang anggur ke dalam media semai yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Pastikan kedalamannya lebih dari 5 centimeter, ya!
  • Simpan bibit semai di lokasi yang teduh dan tidak terkena cahaya matahari langsung
  • Siram dengan air secara rutin, ya paling tidak satu kali dalam sehari, deh.
  • Tunggu selama 1 – 2 minggu, biasanya akan muncul tunas
  • Jika tunas sudah muncul, berikan campuran 500 ml pupuk organik dengan air.
  • Rawat bibit sampai berumur >2 bulan
  • Kalau bibit sudah memenuhi syarat yang dibutuhkan, pindahkan langsung ke lahan yang lebih besar.

4. Menyiapkan Media Tanam



Dalam perawatan anggur, yang perlu diperhatikan paling utama adalah media tanamnya. Apabila media tanam yang digunakan untuk menanam anggur salah, maka tanaman anggur akan stuck atau pertumbuhannya lambat. Media tanam yang bagus sangat penting untuk tanaman anggur yang ditanam di dalam pot atau planter bag. Agar media tanam tanaman anggur yang ditanam di dalam pot atau planter bag bisa bagus, usahakan supaya bagian paling bawah media tanamnya menggunakan pecahan bata merah. Jika tidak ada pecahan bata merah, maka bisa diganti dengan sejenis arang batok kelapa ataupun arang kayu. Arang kayu maupun arang batok kelapa ini berfungsi untuk membuat media tanam jadi porous (tidak mengendapkan air terlalu lama yang dapat mengakibatkan akar tanaman menjadi busuk). Pertumbuhan anggur bisa sangat susah pada saat masih kecil ke besar, karena membutuhkan perawatan yang intensif. Artinya, tanaman anggur yang masih kecil dan akan tumbuh besar membutuh perhatian lebih, salah satunya media tanamnya. Usahakan agar pH media tanam tanaman anggur berada di kisaran 6-7. Gunakan alat ukur pH untuk mengukurnya. Kalau pH media tanam anggur di bawah 5, maka diberi pupuk apa pun tidak akan menumbuhkan tanaman anggur. Sebab, pH media tanam anggur di bawah 5 membuat tanaman anggur tidak akan mampu menyerap sari-sari unsur hara yang ada di dalam media tanam. Media tanam anggur yang porous berguna agar membuat ukuran pH nya berada antara 6 dan 7. Media tanam yang porous itu tidak boleh basah, karena kondisi basah menyebabkan asamnya tinggi, membuat unsur-unsur hara di media tanam tidak mampu terserap tanaman anggur, sehingga membuat mati. Taburkan kapur dolomit ke media tanam anggur sebanyak dua genggam setiap sebulan sekali.

5. Memindahkan Bibit Ke Media Tanam



Bibit anggur umumnya akan siap dipindahkan ke media tanam dalam waktu beberapa minggu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya lakukan pemindahan bibit di akhir musim hujan, yaitu antara bulan April sampai Juni. Jadi sebaiknya, lakukan perhitungan dulu sebelum kamu mulai menyiapkan bibit anggur agar nantinya bisa dipindahkan dalam waktu yang tepat. Bagaimana cara memindahkannya?
Pertama, Kamu harus membuat naungan di semua bedengan dengan atap jerami maupun bahan lain yang kamu punya. Setelah itu, gali lubang tanam dengan kedalaman lebih dari 5 centimeter pada bedengannya. Berikan jarak sekitar 3 cm x 3 cm atau 4 cm x 5 cm antara lubang satu dengan yang lainnya. Setelah lubang tanamnya siap, cabut bibit dari media semainya lalu tanamkan semua bibit pada lubang tanam. Tutup lubangnya dengan tanah sampai bagian akar dan batang bawah dari bibit anggur tertutupi. Terakhir, siram dengan air secukupnya.

Tips Perawatan Budidaya Anggur


1. Lakukan Pemangkasan



Lakukan pemangkasan agar pertumbuhan tanaman anggur bisa bagus, daun-daun tanaman yang sudah tua perlu kamu pangkas atau potong. Jadi, apabila pertumbuhan tanaman anggur kurang lancar meski media tanamnya sudah bagus, maka daun-daun yang sudah tua perlu dipotong. Dengan sifatnya yang mudah merambat, kamu harus rajin memangkas tanaman ini supaya pertumbuhannya lebih terkendali. Kamu bisa melakukan pemangkasan paling tidak 3 minggu – 1 bulan sekali. Interval ini bertujuan untuk memastikan jumlah cabang dan ranting anggur tidak terlalu banyak. Di samping itu, cara ini juga bisa memaksimalkan perkembangan bunga dan buahnya. Sebelum dipangkas, sebaiknya jangan siram tanaman selama 2 hari. Setelah pemangkasan selesai, lanjutkan kembali proses penyiraman seperti biasanya.

2. Penyiraman Tanaman Anggur

Penyiraman pada tanaman anggur tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi soal intensitasnya. Untuk tanaman yang masih muda, penyiraman bisa dilakukan 1 – 2 kali dalam satu hari. Lalu saat tanamannya sudah semakin dewasa, penyiraman bisa dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali. Ini hanya panduan umum yang diterapkan oleh banyak petani anggur, kamu bisa menyesuaikannya lagi dengan kondisi tanah serta iklim di tempat tinggalmu.

3. Waspada Musim Hujan



Pada saat musim hujan, pertumbuhan tanaman anggur bisa sangat riskan karena rawan terkena jamur. Agar jamur tidak datang menyerang tanaman anggur, kamu perlu memberi fungisida kimia. Aplikasikan fungsida kimia ke tanaman anggur untuk mencegah maupun mengatasi jamur. Ikuti petunjuk yang disarankan. Untuk mencegah serangan hama pada tanaman anggur, kamu bisa menggunakan insektisida alami dari daun tembakau. Kamu hanya perlu mencampurkan daun tembakau secukupnya dengan air untuk dijadikan sebagai larutan. Setelah itu, semprotkan larutan tembakau ke daun tanaman anggur seminggu sekali untuk menghilangkan insektisida, seperti belalang, ulat, semut, kutu daun, dan sebagainya.
Demikian tips tips menanam buah anggur, semoga bermanfaat dan semoga sukses untuk menanam anggur.
Blog Post Lainnya