Manfaat Dan Cara Menanam Jahe Merah
5 September 2022 9:58 am

Manfaat Dan Cara Menanam Jahe Merah

Manfaat Dan Cara Menanam Jahe Merah
Jahe merah yang memiliki nama latin Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma adalah tanaman rimpang yang sering kita jumpai di sekitar kita yang digunakan sebagai tanaman obat tradisional maupun bumbu dapur. Jahe merah mengandung zat gingerol dan shogaol sebagai antioksidan. Kadar zat gingerol pada jahe merah lebih tinggi dibanding jahe gajah (jahe biasa yang ukurannya besar).

Cara Menanam Jahe Merah

Jahe Merah dapat di tanam di lahan terbuka secara langsung atau di tanam dengan mengunakan Polybag jika tidak memiliki lahan yang luas.


1. Penyiapan Media Tanam



Cara penyiapkannya adalah dengan menggunakan tanah yang sudah di gemburkan atau dibajak dan diberi pupuk kandang jika dilahan tebuka, jika mengunakan media tanam Polybag perbandingan tanah dengan pupuk kandang adalah 1 : 1, media yang sudah diberi pupuk kandang tersebut di biarkan kurang lebih 7 hari agar terjadi proses fermantasi secara alami dan tanah siap untuk di tanami Jahe Merah.


2. Pemilihan Bibit Jahe Merah



Untuk pemilihan bibit jahe merah berupa rimpang bisa didapatkan di pasar tradisional dengan ciri – ciri  diantaranya :
  • Ukuran Rimpang Besar
  • Fisik Rimpang masih terlihat segar tidak keriput
  • Tidak ditemui kecacatan atau bekas terserang hama
Jika memilih bibit jahe merah yang berkualitas, maka letakkanlah di ruangan/ tempat yang sejuk kemudian siram dengan air dan biarkan beberapa waktu hingga rimpang tersebut tumbuh tunas baru, jika saat proses menunggu tunas tumbuh ada yang busuk maka harus segera di pisahkan agar tidak menular ke rimpang yang lain. Bibit jahe merah bertunas bisa dibeli disini.

3. Menanam Jahe Merah



Proses Penanaman Jahe merah sebaiknya ditanam di akhir musim penghujan dan memasuki musim kemarau, sebab bibit jahe merah rentan busuk jika curah hujan di sekitar terlalu cukup tinggi. Masukkan bibit jahe kesetiap lubang tanam atau polybag, lalu tutup dengan tanah, tapi jangan tutup bibit terlalu rapat agat tunas bias tumbuh dengan leluasa. Setelah itu tanaman di taburi obat anti jamur untuk mencegah tumbuhnya jamur pada tanaman jahe merah.

4. Pemeliharaan Tanaman Jahe Merah

Untuk pemeliharaanya berupa penyiraman, penyiangan, dan penyiangan gulma. Untuk penyiraman dilakukan setiap hari dengan air yang di semprot dengan alat spray dengan volume air yang tidak terlalu banyak agar tanaman jahe tidak busuk, untuk pemupukannya dilakukan 1 (satu) bulan sekali dan saat sebelum panen dan untuk penyiangan pembersihan gulma, rumput liar bias dilakukan secara rutin. Untuk penyiangan gulma agar lebih cepat bisa menggunakan alat pencabut rumput.

5. Pemanenan Tanaman Jahe Merah



Tanaman jahe merah dapat di panen setalah berumur 3 – 4 bulan setelah tanam yakni dengan cara mengemburkan tanahnya terlebih dahulu agar tanaman jahe merah mudah untuk di cabut, kemudian dibersihkan dari sisa tanah yang menempel pada umbi jahe merah.

Manfaat Jahe Merah Untuk Kesehatan

Jahe merah biasanya digunakan untuk obat herbal. Kandungan gingerol, flavonoid, senyawa antibakteri, senyawa anti radang, dan kandungan baik lainnya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan mengatasi masalah kesehatan. Berikut beberapa manfaat jahe merah untuk kesehatan.

1. Obat Batuk



Jahe merah dapat mengatasi batuk. Cara pembuatan ramuannya, siapkan sekitar tiga rimpang jahe merah masing-masing seukuran ibu jari, kemudian cuci jahe merah hingga bersih. Siapkan air sekitar dua gelas dan rebus hingga tersisa satu gelas saja. Minum rebusan jahe merah tersebut sehari dua kali.

2. Mengatasi Obat Sakit Kepala



Jahe merah bisa jadi alternatif pengobatan sakit kepala. Untuk mendapatkan khasiat tersebut, siapkan tiga jahe merah dan cuci hingga bersih. Bakar jahe, lalu pipihkan dan seduh ke dalam segelas air hangat dengan ditambah sedikit madu atau gula aren. Minum ramuan 2-3 kali sehari.

3. Mengatasi Masalah Pencernaan



Jahe merah dipercaya bisa mengatasi berbagai masalah pada saluran pencernaan. Sejak dahulu rimpang yang satu ini memang menjadi pilihan obat herbal untuk mengatasinya. Ekstrak minyak jahe memiliki kandungan anti bakteri yang bisa membunuh berbagai bakteri jahat penyebab gangguan pencernaan seperti E. coli, Salmonella enteriditis, dan Staphylococcus aureus.

4. Mengatasi Nyeri pada Sendi dan Otot



Jahe merah bisa mengatasi rasa nyeri pada sendi dan otot. Sifat anti radang berperan penting untuk mengatasi masalah kesehatan yang satu ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe yang digunakan selama sepuluh hari bisa mengurangi nyeri otot pada atlet takraw. Penelitian di American of Rheumatology juga membuktikan bahwa ekstrak jahe bisa mengurangi masalah sendi dan otot lainnya seperti osteoarthritis.

5. Mengatasi Asam Urat



Rimpang jahe merah dapat mengurangi peradangan serta asam yang menumpuk pada urat dan melancarkan sirkulasi darah. Jika asam urat menurun, rasa nyeri yang muncul akan menghilang secara bertahap. Hal tersebut sesuai dengan laporan International Journal of Scientific and Technology (2017), yang menyebutkan jahe merah bisa mengurangi rasa nyeri karena asam urat pada lansia secara bertahap.

6. Meningkatkan Kesuburan pada Laki-laki

Manfaat jahe merah  lainnya yakni meningkatkan keseburan khususnya pada laki-laki. Penelitian di Fakultas Farmasi UGM menyebutkan bahwa kandungan minyak atsiri dalam jahe merah ini memberikan efek afrodisiak.
Afrodisiak adalah zat kimia yang digunakan untuk merangsang seksualitas dan melancarkan aliran darah. Senyawa ini penting terutama pada pria karena bisa memicu ereksi. Selain itu, antioksidan di dalam rimpang ini mempunyai aktivitas androgenik. Hal ini memicu produksi terstosteron pada pria dan meningkatkan kesuburan.

Demikian penjelasan singkat bagaimana cara budidaya tanaman jahe merah dan beberapa manfaatnya semoga bermanfaat, terima kasih.
Blog Post Lainnya