Tanaman Liar Yang Mempunyai Banyak Manfaat Bagi Kesehatan
26 September 2022 9:33 am

Tanaman Liar Yang Mempunyai Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Tanaman Liar Yang Mempunyai Banyak Manfaat Bagi Kesehatan
Tanaman liar atau gulma sering membuat kita jengkel terutama bagi kita yang memiliki hobi berkebun atau menanam. Tanaman liar atau gulma membuat tanaman yang kita tanam menjadi kekurangan nutrisi karena gulma yang tumbuh disekitar tanaman kita juga ikut menyerap nutrisi yang kita berikan di tanaman yang kita tanam. Tanaman liar atau gulma juga bisa merusak keindahan halaman rumah kita karena tumbuhnya yang acak di beberapa area, juga tampilannya yang tidak menarik dan ada beberapa spesies yang memiliki ukuran yang relatif besar.

Tentu hal tersebut membuat kita jengkel bukan, tapi pernahkah anda penasaran tentang jenis atau nama dari tanaman liar tersebut??, bisa jadi tanaman tersebut termasuk tanaman langka atau tanaman endemik, atau bisa jadi tanaman tersebut memiliki maanfaat bagi kesehatan. Kita akan membahas beberapa tanaman yang sering dianggap gulma atau tanaman liar yang ternyata tanpa kita ketahui memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, simak artikel dibawah ini.

1. Rumput Teki



Rumput teki atau Cyperus rotundus L. adalah gulma yang sulit dikendalikan dan sering tumbuh pada area lahan tanaman budidaya. Tanaman liar yang satu ini bisa dikatakan sebagai gulma dengan pertumbuhan tercepat dan muncul di banyak tempat. Rumput teki dapat tumbuh hingga tinggi 95 cm. Sehari dibiarkan, lahan pun akan segera dipenuhi oleh rumput ini. Namun, rumput liar ini ternyata memiliki sejumlah manfaat.Umbi rumput teki dapat mengobati kencing batu, memperbaiki siklus menstruasi, menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Tanaman ini juga dapat mempercepat proses pembekuan darah, memperlancar buang air besar, merangsang produksi ASI, menurunkan demam, dan mengobati keputihan. Rumput teki juga efektif mengusir nyamuk. Caranya adalah dengan melumatkannya dan mengoleskannya ke kulit.

2. Bayam Duri



Tanaman ini memiliki daun mirip seperti daun bayam tetapi memiliki kekerasan yang berbeda dari bayam biasa. Daunnya keras tidak seperti bayam umumnya dan batangnya memiliki duri sesuai dengan namannya. Mungkin hal tersebut yang membuat masyarakat beranggapan tumbuhan ini beracun atau tidak bisa dimakan. Bagian yang bermanfaat bagi kesehatan dari tanaman liar ini adalah akarnya. Biasanya akar bayam duri diolah untuk mengobati bisul, wasir, gusi berdarah, gusi bengkak, melancarkan ASI, meringankan demam, serta mengatasi luka bakar.

3. Rumput Mutiara



Tanaman ini memiliki batang bewarna merah kehijauan, meiliki daun dan bunga kecil. Tanaman ini tumbuh menjalar ke samping dan sering tumbuh di antara retakan semen atau jalan. Tanaman ini sering disebut juga dengan nama rumput siku-siku, daun mutiara, lidah ular, atau katepan. Rumput mutiara mengandung dua senyawa aktif, yaitu asam ursolat dan asam uleanolat yang terbukti dapat menghentikan pembelahan sel kanker.Selain itu, rumput mutiara bermanfaat untuk menyembuhkan tonsilitis, pharyngitis, bronkitis, pneumonia, gondongan, radang usus buntu, hepatitis, dan cholecytitis.Rumput mutiara juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit luar seperti bisul dan luka infeksi.

4. Anting - Anting



Anting-anting atau bernama latin Acalypha australis linn merupakan tumbuhan yang kerap dijumpai atau tumbuh di tanah lembap, pinggir jalan, atau selokan. Bentuk tanaman ini mirip seperti tanaman perdu dan memiliki bunga kecil bewarna hijau yang menjuntai kebawah seperti anting. Anting-anting bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal karena memiliki sifat antioksidan dan berkhasiat mengatasi pendarahan pada luka. Jadi tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal karena memiliki sifat antioksidan dan berkhasiat mengatasi pendarahan pada luka. Selain itu, dapat menghentikan darah mimisan, membantu mempercepat penyembuhan luka, peluruh kencing (diuretik), mengobati gatal-gatal dan mengatasi radang. Anting-anting juga dapat meredakan diare dan mengatasi batuk berdarah.

5. Meniran



Bentuk daun tanaman ini sekilas mirip seperti putri malu namun memiliki bentuk yang lebih besar dan panjang. Meniran diklaim memiliki kandungan senyawa alkaloid, damar, flavonoid, kalium, lignan, saponin, dan tanin. Kandungan-kandungan tersebut sering dimanfaatkan untuk melancarkan air seni, meredakan sakit gigi, meredakan luka bakar, menyembuhkan sakit maag, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Meski memiliki banyak khasiat, Profesor H. M. Hembing Wijayakusuma dalam bukunya yang berjudul Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia (1996) mengingatkan konsumsi meniran berlebihan bisa menyebabkan lemah syahwat. Jadi sebaiknya memang dikonsumsi sesuai saran ahli herbal.

6. Kitolod



Kitolod atau Hippobroma longifora, Isotoma longifora adalah tanaman liar dengan daun hijau tua dan bergerigi dan memiliki bunga kecil berwarna putih. Tanaman ini sering dijumpai atau sering tumbuh di sekitar perairan atau di tanah yang lembab. Kitolod mengandung zat alkaloid seperti lobelin, lobelamin, dan isotomin, saponin, flovonoid, dan polifenol. Kitolod memiliki sifat antinflamasi, antikanker, analgesik, dan hemostatik. Tanaman ini juga berkhasiat untuk obat mata, sakit gigi, menyembuhkan luka, obat asma, obat radang tenggorokan. Walaupun begitu, getah kitolod juga mengandung racun dosis rendah. Karena itu Anda harus berhati-hati dalam mengolahnya.

7. Tapak Liman



Daun tapak liman adalah tumbuhan herbal yang memiliki nama Latin Elephantopus Scaber L. Bentuknya mirip tempuyung, namun bisa dibedakan dari daunnya yang tumbuh melingkar seperti kipas, sedikit berkilau, dan berbulu. Sementara bunganya berwarna ungu. Tapak liman memiliki khasiat antioksidan, antiseptik, antihepatotoksik, antiinflamasi, dan antikanker. Tanaman ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati diabetes, diare, dan batuk. Konsumsi tanaman ini juga bisa menjaga kesehatan hati.

8. Tempuyung



Tumbuhan bernama latin Sonchus arvensis ini juga dikenal dengan nama tempuyung, lobak ari, lempung jombang, galibuk, dan rayana. Penampilannya mirip tapak liman, tetapi bisa tumbuh tinggi dan menghasilkan bunga berwarna kuning. Tempuyung bermanfaat untuk pengobatan berbagai penyakit, di antaranya demam, bengkak, sulit kencing, peredaran darah tak lancar, dan keracunan. Biasanya tempuyung direbus untuk dijadikan obat herbal. Selain itu, tanaman ini bisa juga disantap sebagai lalapan.

9. Babadotan



Tumbuhan ini dikenal sebagai tumbuhan yang mengeluarkan aroma khas mirip dengan kambing, sehingga dalam bahasa daerah di sebut Babadotan/bandotan/wedusan. Nama ilmiah babadotan adalah Ageratum conyzoides berasal dari bahasa Yunani dimana kata “a geras” berarti tumbuhan berumur panjang sedangkan conyzoides adalah nama Dewi Koniyz, jadi tumbuhan ini dalam bahasa Yunani diartikan sebagai tumbuhan berumur panjang seperti Dewi Konyz. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada berbagai kondisi ekologi, bijinya sangat kecil dan ringan, bersifat positif photoblastik, viabilitas biji bisa bertahan hingga 12 bulan dengan suhu optimum untuk perkecambahan 20 – 50C. Babadotan juga bermanfaat untuk menurunkan demam. Caranya dengan membalur akar yang sudah dihaluskan ke badan.

10. Sawi Langit



Tanaman sawi langit atau sesawi langit (Cyanthillium cinereum) juga dikenal dengan nama buyung-buyung, leuleuncaan, capeutuhur, ruku-ruku gajah, sampu angin, maryuna, nyawon, sarap, dan gofu mutiara. Dilansir situs Dokter Sehat, tanaman ini sering digunakan untuk mengobati panas, batuk, disentri, hepatitis, lelah, susah tidur, bisul, digigit ular, luka terpukul, dan keseleo. Bagian yang bisa dimanfaatkan dari tanaman buyung-buyung adalah akar dan daunnya. Tanaman ini mengandung glikosida yang bisa digunakan untuk mengatasi sakit perut dan batuk.

11. Suruhan



Suruhan dikenal sebagai tanaman liar yang banyak tumbuh di pinggiran saluran air atau tembok. Suruhan memiliki bentuk daun yang unik yakni berbentuk hati dengan ujung lancip. Tanaman ini memiliki bunga berbentuk bulir dengan panjang sekitar 1 cm sampai 6 cm. Daun suruhan atau tumpang air (Peperomia pellucida) memiliki sifat antibiotik, analgesik, anti inflamasi, dan diuretik. Tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal pereda pegal linu, nyeri tubuh, dan sakit kepala. Bisa juga untuk pencegahan kanker, penyakit ginjal, katarak, dan infeksi mata.

12. Sintrong



Gulma dengan daun berbulu dan berbunga mirip dandelion ini dikenal dengan nama sintrong atau salentrong di Sunda. Ia juga dikenal dengan nama jalentrong, sembung gilang, jonggolan, serta junggul di Jawa. Sintrong biasa dimanfaatkan sebagai sayuran liar. Jika di Sunda, ia biasa dilalap. Sementara orang Jawa lebih suka mengolahnya menjadi urap atau pecel. Sintrong tak hanya nikmat disantap. Tumbuhan liar ini juga bisa membantu melancarkan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, dan menyehatkan kulit.

13. Ajeran



Tumbuhan ini dikenal sebagai tanaman semak yang banyak tumbuh di pinggir jalan atau sengaja ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini mudah tumbuh, tidak suka air, tinggi mencapai 1,5 meter. Batang berbentuk agak lonjong dengan pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Tumbuhan ajeran (Bidens pilosa L) juga dikenal dengan nama ambong-ambong (Melayu), ketul-ketul kebo, ketul sapi (Jawa), cinglancingan (Madura), hareuga (Sunda). dan rai-raisu (Maluku). Bagian akar, daun, dan batangnya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan luar maupun dalam. Ajeran yang ditumbuk dan direbus bisa digunakan untuk meringankan gatal-gatal dan memar. Sementara air rebusannya dapat diminum untuk mengatasi demam, diare, rematik, radang selaput otak, sakit gigi, wasir, dan radang usus buntu.

14. Krokot



Terakhir ada krokot, gulma yang kaya asam lemak Omega-3, asam alfalinilenat, asam lemak, dan vitamin A. Kandungan asam lemak pada krokot rupanya lebih tinggi daripada ikan. Vitamin A yang dikandungnya pun tergolong tinggi jika dibandingkan sayuran hijau. Krokot bisa dimanfaat untuk membantu penurunan berat badan, menjaga kesehatan mata, meningkatkan kesehatan jantung, mencegah kanker, menguatkan tulang, dan meningkatkan sirkulasi darah.

Demikian tanaman tanaman yang sering dianggap gulma tetapi memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Semoga bermaanfaat dan terima kasih.
Blog Post Lainnya