Tips Membuat Tanaman Berbuah Cepat Dan Lebat
8 Juli 2022 8:18 am

Tips Membuat Tanaman Berbuah Cepat Dan Lebat

Tips Membuat Tanaman Berbuah Cepat Dan Lebat
Tentu semua orang ingin membuat tanaman meraka menjadi berbuah dengan cepat dan menikmati hasinya, tanpa perlu menunggu lama. Tanaman buah buahan di daerah tropis mempunyai bayak sekali jenis dan varietas yang beragam. Di Indonesia hampir semua wilayah mempunyai berbagai macam jenis tanaman buah dengan berbagai macam jenisnya. Sejak jaman dahulu buah sangat dibutuhkan dan penting bagi kebutuhan hidup manusia karena merupakan sumber makanan dan sumber vitamin yang disediakan oleh alam secara gratis dan memiliki rasa yang lezat.

Tetapi tidak semua tanama berbuah dengan cepat, contohnya seperti buah kurma, pohon kurma dapat berbuah setelah ditanam selama 4 sampai 7 tahun dan bisa dipanen ketika telah berusia 7 sampai 10 tahun, atau buah coco de mer dari maladewa yang saking susahnya, ada pohon yang hanya berbuah 80 tahun sekali. Karena susah berbuah, buah ini pun jadi super langka. Sangat lama bukan, belum tentu kita dapat menikmati hasil buahnya. Tapi ada juga tanaman buah yang seharusnya berbuah tidak begitu lama tapi terhambat sehingga tanaman buah tersebut berbuah dengan waktu yang lama tidak sesuai mestinya, hal tersebut tergantung dari bagaimana cara pemeliharaan yang diterapkan.
Berikut kami berikan beberapa informasi dan tips yang dapat membantu anda mengatasi tanaman buah yang lama/sulit berbuah.

Faktor Agar Tanaman Berbuah Cepat

1. Berasal dari bibit tanaman yang bagus dan tidak mandul
2. Kondisi iklim dan lingkungan mendukung
3. Terbebas dari hama dan penyakit/virus

Penyebab Tanaman Terlambat untuk Berbuah

  1. Usia tanaman belum mencapai batas umurnya
  2. Bunga jantan dan betina belum masak sesuai dengan waktu sehingga menyebabkan kerontokan saat pembuahan
  3. Terjadi mutasi gen atau perpindahan keturunan
  4. Jenis tanaman yang hanya dapat berbuah apabila terdapat bunga jantan yang berada di dekatnya, Contohnya adalah pohon wuni, pohon rukem dan lain-lain.
  5. Proses pemberian pupuk (terutama yang mengandung kadar Nitrogen tinggi) yang terlalu berlebih, yang membuat tanaman tumbuh terlampau rimbun dan lebat. Hal tersebut membuat tajuk tanaman kurang mendapat asupan sinar matahari yang menyebabkan proses fotosintesis kurang maksimal dalam menghasilkan karbohidrat. Hal ini membuat bunga yang terbentuk menjadi lebih sedikit dan kurang maksimal.
  6. Beberapa hal lain yang mempengaruhi tidak munculnya buah walau memiliki bunga yang banyak adalah kurangnya nitrogen dalam tanah, kurang air, serangan hama dan penyakit tanaman, dan juga faktor cuaca yang kurang mendukung.

Faktor Penyebab Tanaman Berbunga Lebat Tapi Tidak Kunjung Berbuah

  1. Iklim yang tidak bersahabat yaitu hujan yang terlalu deras, angin yang begitu kencang, dan kemarau yang berkepanjangan.
  2. Terkena serangan serangga atau hama penyakit
  3. Batang okulasi bawah tanaman buruk
  4. Kurangnya kandungan air dan nitrogen didalam tanah

Cara Mengatasi Masalah Tanaman Yang Tak Kunjung Berbuah

Ketika tanaman buah mendapatkan masalah dalam pembuahannya, maka Anda dapat memperhatikan lingkungan tanam. Apabila lingkungan tidak cocok maka ganti dengan lingkungan tanam lainnya. Ketika tanaman tumbuh dengan kesuburan yang berlebihan sehingga daunnya lebih lebat dan juga lebih rimbun maka lakukan pemangkasan. Untuk kulit batang dapat di kelupas secara melingkar dengan ukuran 1 cm saja. Untuk bagian ujung akar juga dapat di pangkas sebagian namun harus dengan cara yang hati hati. Untuk langkah langkahnya dapat di simak di bawah ini.

Pemangkasan



Pada metode pemangkasan terdapat tiga cara yaitu secara ringan, sedang, dan juga berat. Pemangkasan ringan di lakukan untuk membuang bagian ranting yang sudah tidak lagi produktif. Biasanya pemangkasan ini di lakukan pada tanaman buah pepaya. Kemudian pemangkasan sedang, di lakukan untuk membuang bagian cabang cabang tanaman yang sudah rusak dan juga membuang bagian ujung ujung tanaman yang bercabang. Pemangkasan ini biasanya di lakukan pada tanaman buah anggur. Kemudian yang terakhir yaitu pemangkasan berat yang di lakukan untuk meremajakan kembali tanaman yang sudah berusia tua. Tujuan dari pemangkasan berat ini yaitu untuk memperpendek tanaman sehingga buah yang masak dapat di panen dengan sangat mudah. Pemangkasan ini biasanya di lakukan pada tanaman buah jambu biji, buah belimbing, dan buah nangka.

Pemangkasan ini tidak dapat dilakukan begitu saja, Anda juga harus memperhatikan bagaimana kondisi dari lingkungan tanaman. Untuk bagian ranting tanaman dapat dipangkas dengan menggunakan gunting pangkas dan untuk batang serta dahan dapat dipangkas dengan menggunakan gergaji. Di dalam proses pemotongan dilakukan dengan arah miring dan lebih ke dalam agar saat hujan tiba, air tidak mudah mengguyur luka tanaman yang baru saja dipotong. Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi. Untuk bekas luka tanaman dapat dicat dengan menggunakan cat, ter, dan parafin. Hal ini dilakukan untuk menghindari hama dan juga penyakit. Agar tanaman dapat berbuah sesuai dengan yang di harapakan maka Anda harus melakukan pemangkasan secara berkala. Tanaman yang harus di pangkas secara rutin adalah tanaman buah anggur, jeruk, apel, alpukat, dan lain sebagainya.

Melilit Tanaman

Cara tradisional ini sudah sering dilakukan pada jaman dulu untuk mempercepat pertumbuhan buah. Dengan melilit pohon maka proses pengangkutan zat karbohidrat yang berasal dari hasil fotosintesis akan menjadi terhambat sehingga bagian akar tidak menerima zat karbohidrat dan timbulah zat makanan yang menimbun dan pada akhirnya akan merangsang terjadinya pembungaan yang berujung pada pembuahan. Melilit tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan kawat yang diikatkan pada batang tanaman sekencang mungkin. Cara ini sudah banyak dilakukan pada tanaman buah mangga, sirsak, nangka, dan lain sebagainya. Bagian yang harus di lilit yaitu batang utama kemudian batang primer dan yang terakhir adalah cabang tanaman.

Melukai Tanaman



Cara berikutnya untuk mempercepat tumbuhnya buah yaitu dengan cara melukai batang dan juga melukai akar tanaman buah. Cara ini harus dilakukan dengan sangat hati hati karena jika terjadi kesalahan sedikit saja maka tanaman akan menjadi terluka dan bisa menyebabkan tanaman menjadi mati. Pada saat tanaman di lukai maka akan terjadi hambatan pada proses pengangkutan zat makanan yang berasal dari hasil fotosintesis. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pemusatan zat makanan pada cabang dan daun yang kemudian di ikuti dengan proses tanaman berbunga hingga pada akhirnya tanaman akan berbuah.

Pemotesan Tunas Cabang



Metode ini hampir sama dengan metode pemangkasan, namun metode ini hanya terfokus pada ujung tunas saja. Tujuan dari metode ini yaitu untuk menghambat terjadinya pertumbuhan pada tunas yang dapat menyebabkan ukuran cabang tunas semakin memanjang. Dengan metode ini maka zat makanan yang seharusnya di gunakan untuk pertumbuhan cabang tunas dapat di cegah hingga terjadi penimbunan yang kemudian di gunakan untuk pertumbuhan daun. Metode ini sering di lakukan pada tanaman buah jambu biji dan jambu monyet, kedondong, alpukat, dan lain sebagainya. Alat yang diperlukan untuk metode ini hanyalah gunting pangkas saja.

Pemupukan Yang Benar



Untuk mempercepat tanaman berbuah juga sangat diperlukan pemberian pupuk sebagai nutrisi tanaman. Cara ini di gunakan untuk merangsang tanaman agar lebih cepat berbuah yang dapat dilakukan dengan pemberian pupuk pada daun yang dilakukan dengan cara penyemprotan pada tanaman. Pupuk ini nantinya akan diserap oleh stomata atau mulut daun yang letaknya berada di permukaan daun.

Untuk pemberian pupuk yang baik dapat dilakukan secara rutin pada setiap 3 bulan sekali atau bisa juga 2 kali dalam setahun. Waktu pemupukan dapat dilakukan pada awal musim penghujan dan awal musim kemarau. Kebijakan harus dilakukan pada saat memberikan pupuk pada tanaman buah yang artinya penggunaan pupuk tidak dapat melebihi dosis pemakaian. Biasanya pupuk diperlukan pada saat tanaman sedang berproses untuk melakukan pembungaan dan juga pembuahan.Pada masa pembungaan dan pembuahan, tanaman akan memerlukan unsur mineral yang berupa P dan K. Kemudian untuk unsur mikro yang di perlukan berupa Ca, Mg, Mn, Zn, Fe, dan lain sebagainya. Unsur-unsur tersebut memiliki fungsi masing-masing terhadap tanaman pada saat berbunga dan berbuah.

Pengairan Yang Benar



Tanaman cepat berbuah juga tidak lepas dari proses bagaimana pengairan terhadap tanaman tersebut dilakukan. Jika prosesnya benar maka tentu saja tanaman dapat berbuah dengan tepat waktu karena air adalah kebutuhan pokok yang diperlukan oleh tanaman. Manfaat air untuk tanaman buah yaitu sebagai media untuk melarutkan zat-zat yang nantinya akan diserap oleh tanaman dan dapat memudahkan proses pengangkutan. Air juga dapat mempertahankan tekanan yang terjadi pada permukaan daun ketika melakukan proses pengangkutan serta berguna untuk pertumbuhan tanaman. Air juga berfungsi sebagai zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

Proses pengairan ini dapat dilakukan secara berkala atau setiap hari kecuali jika media tanam masih terlihat basah. Waktu pengairan yang baik yaitu pada pagi hari jam 8 pagi atau dapat juga dilakukan pada sore hari jam 4 sore. Dalam sehari pengairan juga tidak baik jika dilakukan secara terus menerus jadi Anda dapat memilih waktu pengairan antara pagi atau sore. Pengairan tidak boleh dilakukan pada siang hari karena dapat merusak tanaman buah anda dan bisa jadi tanaman anda nantinya menjadi layu dan mati.

Itula beberapa cara agar tanaman anda cepat berbunga dan berbuah lebat. Kini anda tidak perlu lagi pusing dan bingung atau bahkan putus asa ketika tanaman buah yang anda idam idamkan tidak kunjung berbuah. Langsung saja terapkan metode metode yang ada di atas. Semoga bermanfaat.



Blog Post Lainnya